Workshop Penguatan Riset Terapan dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Jurusan BKP Polije Wujudkan Kampus Berdampak Melalui Teaching Factory dan Kemitraan Desa

Jember – Jurusan Bahasa, Komunikasi, dan Pariwisata (BKP) Politeknik Negeri Jember (Polije) sukses menyelenggarakan Workshop Penguatan Riset Terapan dan Pengabdian Kepada Masyarakat Melalui Pemanfaatan Teaching Factory dan Kemitraan Desa Sebagai Perwujudan Kampus Berdampak, pada 11–12 Mei 2026 di lingkungan Kampus Polije, Jember. Kegiatan dua hari ini diikuti oleh para dosen dan tenaga kependidikan di lingkup Jurusan BKP, dan menghadirkan tiga narasumber pakar dari perguruan tinggi ternama di Indonesia.

Acara secara resmi dibuka oleh Direktur Politeknik Negeri Jember, Saiful Anwar, S.TP., MP. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa perguruan tinggi vokasi seperti Polije memiliki tanggung jawab lebih dari sekadar menghasilkan lulusan yang kompeten secara teknis. Hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, menurutnya, harus benar-benar mampu menunjukkan bahwa kampus memberikan dampak yang signifikan bagi lingkungan sekitarnya. "Kampus berdampak bukan sekadar slogan. Ia harus terwujud dalam setiap karya riset dan setiap langkah pengabdian yang kita lakukan. Manfaatnya tidak boleh berhenti di ruang seminar atau lembar jurnal, tetapi harus sampai dan dirasakan oleh seluruh elemen masyarakat," tegasnya di hadapan peserta.

Ketua Jurusan Bahasa, Komunikasi, dan Pariwisata Polije, Enik Rukiati, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa workshop ini dirancang sebagai fasilitas strategis bagi dosen dan tenaga kependidikan di lingkup Jurusan BKP dalam rangka meningkatkan kualitas riset terapan dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, khususnya di bidang bahasa, komunikasi, dan pariwisata. Ia menambahkan bahwa pemanfaatan Teaching Factory sebagai basis pengembangan riset terapan menjadi salah satu strategi kunci Jurusan BKP agar hasil karya akademik dapat bertransformasi menjadi produk atau layanan yang bernilai guna bagi masyarakat. Sementara itu, kemitraan dengan desa dipandang sebagai ekosistem yang kaya akan permasalahan nyata yang dapat menjadi sumber inspirasi sekaligus ladang implementasi bagi penelitian dan pengabdian berbasis komunitas.

Workshop ini menghadirkan tiga narasumber yang merupakan akademisi sekaligus praktisi berpengalaman di bidangnya masing-masing. Mereka adalah Prof. Dr. Tuti Bahfiarti, S.Sos., M.Si. dari Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin (Unhas) yang memaparkan pentingnya pendekatan komunikasi partisipatif dalam pengabdian kepada masyarakat; Prof. Dr. Yazid Basthomi, S.Pd., M.A. dari Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang yang berbagi gagasan mengenai penguatan riset terapan di bidang bahasa yang mampu menjawab tantangan nyata di lapangan; serta Dr. Jussac Maulana Masjhoer, S.Kel., M.Sc. dari Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (STIPRAM) Yogyakarta yang menyampaikan materi pengembangan pariwisata berbasis komunitas dan peran perguruan tinggi dalam mendampingi desa wisata secara berkelanjutan.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta workshop tidak hanya mendapatkan pemaparan materi, tetapi juga terlibat aktif dalam sesi diskusi, penyusunan peta jalan riset, serta identifikasi potensi kolaborasi antara program studi dengan mitra desa dan industri. Kegiatan ini selaras dengan semangat penguatan pendidikan vokasi nasional yang menempatkan Teaching Factory sebagai tulang punggung pembelajaran berbasis industri, sekaligus mendorong perguruan tinggi untuk menjadi agen perubahan yang relevan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan terselenggaranya Workshop Penguatan Riset Terapan dan Pengabdian Kepada Masyarakat ini, Jurusan Bahasa, Komunikasi, dan Pariwisata Politeknik Negeri Jember menegaskan komitmennya untuk terus bergerak maju — menjadi jurusan yang tidak hanya unggul dalam keilmuan, tetapi juga hadir sebagai kekuatan nyata bagi pemberdayaan masyarakat dan pengembangan wilayah.